Kepanjangan dari DSLR adalah Digital Single Lens Reflex. Jika diterjamahkan dalam bahasa Indonesia kurang lebih artinya kamera digital dengan satu cermin pantul. Bagaimana sebenarnya sistem kerja cermin pantul/Lens Reflektor, simak penjelasan berikut:
Saat melihat melalui viewfinder/jendela bidik kamera DSLR, cahaya dari obyek foto akan masuk melalui lensa hingga mengenai cermin pantul dan kemudian cahaya tersebut dipantulkan ke pentaprisma untuk selanjutnya diteruskan ke viewfinder atau jendela bidik. Sehingga apa yang terlihat di viewfinder adalah sama dengan hasil foto yang akan kita dapatkan.
Saat memotret dengan menekan tombol shutter release maka cermin pantul akan mengayun ke atas sehingga cahaya dari obyek akan langsung mengenai sensor gambar dari kamera, saat itu terjadi proses perekaman pada sensor gambar. Cermin pantul akan terbuka selama waktu shutter speed yang ditentukan, apabila proses telah selesai maka cermin pantul akan kembali ke posisi awal dan viewfinder bisa menampilkan gambar lagi.
Proses yang terjadi di sensor digital adalah cahaya yang mengenai sensor diolah oleh komputer (processor) yang ada pada kamera. Processor tersebut akan menganalisa informasi yang terekam pada sensor, kemudian mengubahnya ke dalam format digital dan menuliskan/menyimpan hasilnya ke dalam memory card.
Proses tersebut selalu terjadi apabila kita menekan tombol shutter atau melakukan pemotretan. Cepat atau lambatnya proses tergantung pada setelan shutter speed.
Perlu juga diketahui bahwa sensor gambar pada kamera DSLR berukuran besar dibanding dengan jenis kamera lain, sehingga dapat menghasilkan foto dengan kualitas yang lebih bagus dan tajam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar